Peringati Sumpah Pemuda, Fendi Hidayat Dorong Generasi Muda Kembangkan Ekonomi Biru dan Lumbung Ikan Nasional

Diposting pada Oktober 30, 2026

Peringati Sumpah Pemuda, Fendi Hidayat Dorong Generasi Muda Kembangkan Ekonomi Biru dan Lumbung Ikan Nasional

BATAM – Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar untuk mendukung ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Namun, potensi tersebut masih menghadapi tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur perikanan, biaya logistik antarpulau, rendahnya nilai tambah produk, hingga keberlanjutan ekosistem laut. Pengembangan ekonomi biru dan Lumbung Ikan Nasional menjadi salah satu agenda strategis yang membutuhkan inovasi, kolaborasi, serta keterlibatan generasi muda.


Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Diskusi Publik bertema “Menatap Masa Depan Ekonomi Biru & Lumbung Ikan Nasional dalam Asta Cita” yang berlangsung di Sahid Vanilla Hotel Nagoya, Batam, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ini menghadirkan Dr. Fendi Hidayat, S.T., M.Kom., sebagai pemateri. Dalam paparannya, ia mengaitkan pengembangan ekonomi biru dengan agenda Asta Cita, terutama kemandirian pangan, penciptaan lapangan kerja, hilirisasi industri, penguatan sumber daya manusia, dan pelestarian lingkungan.


Fendi menjelaskan bahwa ekonomi biru (blue economy) bukan sekadar upaya meningkatkan produksi perikanan, melainkan pendekatan pembangunan yang mengoptimalkan potensi laut dengan tetap menjaga kelestarian ekosistem. Menurutnya, pengembangan sektor ini harus mencakup perikanan tangkap berkelanjutan, budidaya, industri pengolahan hasil laut, logistik maritim, pemasaran, serta pemanfaatan teknologi. 


“Laut bukan hanya sumber daya ekonomi, tetapi juga aset strategis bangsa. Potensinya harus dikelola secara produktif dan berkelanjutan agar memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini maupun generasi mendatang,” ungkap Fendi.


Terkait Lumbung Ikan Nasional (LIN), ia menegaskan bahwa pengembangannya tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik. LIN harus dibangun sebagai ekosistem terintegrasi yang menghubungkan produksi, pendaratan ikan, fasilitas penyimpanan berpendingin (cold chain), pengolahan, transportasi, distribusi, hingga akses pasar. 


“Produksi ikan yang melimpah tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan nelayan apabila tidak didukung fasilitas penyimpanan, sistem logistik yang efisien, industri pengolahan, dan kepastian pasar. Nilai tambah harus dapat dirasakan oleh masyarakat pesisir,” jelasnya.


Menurut Fendi, Kepulauan Riau memiliki peluang besar dalam pengembangan ekonomi biru karena karakteristik geografis dan potensi maritimnya. Batam dapat memperkuat peran dalam pengolahan hasil laut, logistik, teknologi, dan perdagangan, sementara Natuna dan Anambas memiliki peluang dalam pengembangan perikanan, pendaratan ikan, serta konektivitas pasar. Wilayah Bintan, Lingga, dan Karimun juga memiliki potensi yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik masing-masing. Namun, peluang tersebut memerlukan perencanaan berbasis data, dukungan infrastruktur, investasi, dan keterlibatan masyarakat setempat.


Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, Fendi secara khusus mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi mengambil peran sebagai inovator teknologi, wirausahawan, peneliti, penggerak masyarakat pesisir, penjaga lingkungan, dan tenaga profesional yang kompeten.


“Semangat Sumpah Pemuda harus diterjemahkan menjadi karya nyata. Anak muda dapat mengembangkan aplikasi pemasaran ikan, teknologi pemantauan budidaya, usaha pengolahan hasil laut, penelitian, hingga pendampingan digital bagi nelayan. Kontribusi tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dari kemampuan melihat masalah dan menghadirkan solusi,” tegasnya.


Ia menutup pemaparannya dengan menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan generasi muda dalam membangun ekosistem ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, bonus demografi akan memberikan manfaat apabila generasi muda memiliki kompetensi, kreativitas, produktivitas, dan kesempatan untuk berkontribusi. 


“Dari semangat Sumpah Pemuda menuju karya nyata. Bersatu dalam gagasan, berinovasi melalui teknologi, berkontribusi bagi masyarakat, dan menjaga laut untuk masa depan Indonesia. Laut yang kita jaga hari ini adalah masa depan pangan, ekonomi, dan kesejahteraan generasi Indonesia esok hari,” tutupnya.

Label: