Fendi Hidayat Paparkan Strategi Komunikasi dan Pemasaran Berbasis AI kepada Pelaku Ekonomi Kreatif Batam

Diposting pada Oktober 22, 2026

Fendi Hidayat Paparkan Strategi Komunikasi dan Pemasaran Berbasis AI kepada Pelaku Ekonomi Kreatif Batam


BATAM – Akademisi Universitas Batam, Dr. Fendi Hidayat, S.T., M.Kom., memaparkan strategi komunikasi dan pemasaran berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kepada pelaku ekonomi kreatif subsektor periklanan dalam kegiatan Creative Hub – Akselerasi Kreatif (AKTIF) Periklanan di Politeknik Pariwisata Batam, Rabu (21/10/2026).


Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Periklanan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pelaku periklanan lokal serta komunitas kreatif daerah, khususnya dalam strategi pemasaran dan komunikasi, literasi digital, serta pemanfaatan AI.


Dalam kesempatan tersebut, Fendi membawakan materi bertajuk “Strategi Komunikasi dan Pemasaran di Era AI: Dari Kreativitas ke Dampak Bisnis.” Materi ini menyoroti perubahan industri periklanan di tengah perkembangan teknologi digital, terutama bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi kerja sekaligus memperkuat efektivitas kampanye pemasaran.


Fendi menegaskan bahwa pemanfaatan AI dalam industri periklanan tidak cukup hanya berorientasi pada kecepatan produksi konten. Teknologi perlu ditempatkan dalam kerangka strategi yang berangkat dari persoalan bisnis, kebutuhan konsumen, dan tujuan pemasaran yang jelas.


“AI dapat membantu kita menghasilkan konten lebih cepat, mengembangkan ide kreatif, dan menganalisis data. Namun, yang menentukan keberhasilan kampanye bukan sekadar seberapa banyak konten yang dihasilkan, melainkan seberapa tepat pesan yang disampaikan, siapa audiens yang dituju, dan seberapa besar dampaknya terhadap tujuan bisnis klien,” ujar Fendi.


Menurutnya, pelaku periklanan perlu mengubah pendekatan dari sekadar memproduksi materi promosi menjadi merancang solusi komunikasi yang terukur. Proses tersebut dimulai dengan memahami masalah bisnis klien, melakukan riset audiens, merumuskan proposisi nilai, mengembangkan konsep kreatif, menentukan kanal pemasaran, hingga mengevaluasi hasil kampanye berdasarkan indikator kinerja yang relevan.


Ia juga menjelaskan bahwa AI generatif dapat dimanfaatkan dalam berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari riset awal, pengembangan konsep kampanye, penulisan naskah iklan, pembuatan visual, penyuntingan video, hingga pengembangan variasi materi promosi. Meski demikian, setiap keluaran AI tetap memerlukan pemeriksaan dan penilaian manusia agar sesuai dengan kebutuhan konsumen, karakter merek, serta konteks pasar.


“Kreativitas harus bertemu dengan strategi, teknologi harus didukung data, dan seluruh proses perlu diarahkan pada hasil yang bisa diukur. Pelaku periklanan harus mampu menjelaskan bukan hanya bagaimana sebuah iklan dibuat, tetapi juga mengapa strategi tersebut dipilih dan bagaimana keberhasilannya dievaluasi,” tambahnya.


Selain pemanfaatan teknologi, Fendi mengingatkan pentingnya tanggung jawab profesional dalam penggunaan AI. Validasi informasi, penghormatan terhadap hak cipta, perlindungan data pribadi, serta pencegahan klaim promosi yang menyesatkan menjadi aspek penting untuk menjaga kepercayaan konsumen dan reputasi perusahaan periklanan.


Menurut Fendi, perkembangan AI juga menuntut peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif. Penguasaan perangkat digital perlu diimbangi kemampuan berpikir strategis, riset pasar, kreativitas, literasi data, komunikasi dengan klien, serta pengukuran kinerja pemasaran.


Melalui kegiatan Creative Hub AKTIF Periklanan, para pelaku ekonomi kreatif diharapkan dapat memperkuat kemampuan dalam mengintegrasikan kreativitas, strategi komunikasi, dan teknologi untuk menghadapi persaingan industri yang semakin dinamis.


Bagi Fendi, tantangan industri periklanan di era AI bukan lagi sekadar menghasilkan konten dalam waktu singkat, melainkan menciptakan komunikasi yang relevan bagi konsumen dan memberikan nilai nyata bagi bisnis.


“Ketika produksi konten semakin mudah dengan bantuan AI, keunggulan pelaku periklanan justru terletak pada kualitas strategi, kedalaman pemahaman terhadap konsumen, kreativitas, dan kemampuan membuktikan dampak dari kampanye yang dijalankan,” tutupnya.

Label: