Fendi Hidayat Latih Guru SLB Rumah Kita Batam Membuat Bahan Ajar Digital Berbasis AI

Diposting pada Oktober 16, 2026

Fendi Hidayat Latih Guru SLB Rumah Kita Batam Membuat Bahan Ajar Digital Berbasis AI

BATAM - Pemanfaatan teknologi digital membuka peluang bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pengembangan bahan ajar digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana guru merancang materi yang mudah dipahami, menarik, dan dapat diakses oleh anak dengan kebutuhan belajar yang beragam.


Hal tersebut menjadi fokus dalam seminar sehari bertema “Pembuatan Bahan Ajar Digital dan Interaktif Berbasis Canva bagi Guru Kreatif” yang menghadirkan Dr. Fendi Hidayat, S.T., M.Kom., Ketua Program Studi Sistem Informasi Universitas Batam, sebagai narasumber di SLB Rumah Kita Batam, Jumat (16/10/2026).



Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran. Canva menjadi salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk membuat bahan ajar visual, seperti presentasi, lembar aktivitas, poster edukasi, kartu belajar, dan media pembelajaran interaktif.


Teknologi Harus Membantu Guru, Bukan Sekadar Mempercantik Materi


Dalam pengembangan bahan ajar digital, tampilan yang menarik perlu disertai dengan tujuan pembelajaran yang jelas. Materi harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, tingkat pemahaman, serta kemampuan mereka dalam menerima informasi.


Bagi guru SLB, pendekatan visual dan aktivitas sederhana dapat membantu menyampaikan konsep pembelajaran secara lebih konkret. Gambar, simbol, warna yang terarah, instruksi singkat, dan tahapan kegiatan yang konsisten dapat menjadi bagian penting dalam merancang bahan ajar.


Melalui Canva, guru dapat mengembangkan media pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing kelas. Materi yang sebelumnya hanya disampaikan secara lisan atau melalui buku dapat dikemas menjadi media visual yang lebih mudah digunakan dalam kegiatan belajar.


Pemanfaatan teknologi ini tetap membutuhkan pertimbangan pedagogis. Guru perlu memastikan bahwa elemen visual tidak berlebihan, tulisan mudah dibaca, instruksi tidak membingungkan, dan aktivitas yang dirancang sesuai dengan kemampuan peserta didik.


AI Membuka Peluang Kreativitas Guru


Selain perangkat desain digital, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga dapat dimanfaatkan untuk membantu proses persiapan pembelajaran. AI dapat digunakan untuk mencari ide kegiatan, menyusun variasi instruksi, membuat contoh soal sederhana, serta menyesuaikan materi berdasarkan tingkat kesulitan tertentu.


Guru, misalnya, dapat memanfaatkan AI untuk mengembangkan ide pembelajaran mengenal angka melalui gambar benda sehari-hari, menyusun cerita pendek dengan kalimat sederhana, atau merancang aktivitas mengenali warna dan bentuk.


Hasil yang dihasilkan AI tetap perlu diperiksa dan disesuaikan oleh guru. Kesesuaian materi dengan kebutuhan peserta didik, ketepatan informasi, penggunaan bahasa, serta keamanan data anak harus menjadi perhatian utama.


Teknologi tidak menggantikan peran guru dalam memahami karakter, perkembangan, dan kebutuhan individual peserta didik. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi alat bantu agar guru memiliki lebih banyak pilihan dalam merancang pembelajaran.


Dari Pengguna Teknologi Menjadi Pencipta Media Pembelajaran


Pengembangan kompetensi digital guru perlu diarahkan pada kemampuan menghasilkan karya yang dapat langsung digunakan di kelas. Guru tidak cukup hanya mengenal aplikasi, tetapi perlu memahami bagaimana mengubah tujuan pembelajaran menjadi media yang terstruktur dan efektif.


Prosesnya dapat dimulai dengan menentukan satu kompetensi yang ingin dicapai, memilih materi yang relevan, merancang tampilan menggunakan Canva, kemudian menguji apakah media tersebut mudah dipahami oleh peserta didik.


Untuk pembelajaran di SLB, evaluasi media juga perlu memperhatikan aksesibilitas. Guru dapat menyediakan instruksi dalam beberapa bentuk, menggunakan kontras warna yang memadai, mengurangi elemen yang mengganggu konsentrasi, serta menyesuaikan durasi aktivitas dengan kebutuhan peserta didik.


Pendekatan tersebut memungkinkan bahan ajar digital dikembangkan secara bertahap. Guru dapat memulai dari media sederhana, mengujinya dalam pembelajaran, kemudian memperbaikinya berdasarkan respons dan perkembangan peserta didik.


Kolaborasi Pendidikan dan Teknologi


Kegiatan di SLB Rumah Kita Batam menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi secara lebih bermakna dalam dunia pendidikan. Kolaborasi antara kompetensi pedagogis guru dan pemahaman teknologi informasi dapat membantu menghasilkan media pembelajaran yang kreatif sekaligus relevan dengan kebutuhan peserta didik.


Bagi guru pendidikan khusus, kreativitas bukan semata-mata kemampuan menghasilkan desain yang menarik. Kreativitas juga berarti menemukan cara yang tepat agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan untuk memahami materi, berpartisipasi dalam kegiatan belajar, dan mengembangkan potensinya.


Melalui pemanfaatan Canva dan AI secara terarah, guru memiliki peluang untuk mengembangkan bahan ajar yang lebih variatif, adaptif, dan interaktif. Tujuan akhirnya bukan sekadar menghasilkan media digital, melainkan menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.