Konsep dasar algoritma dan pemrograman

Diposting pada Februari 28, 2026

Konsep dasar algoritma dan pemrograman

Konsep dasar algoritma dan pemrograman adalah elemen fundamental dalam pembelajaran ilmu komputer dan teknologi informasi. Algoritma dapat didefinisikan sebagai urutan langkah logis dan sistematis yang ditujukan untuk menyelesaikan masalah tertentu secara efisien dan terukur. Algoritma berperan sebagai blueprint logika sebelum ide tersebut diterjemahkan ke dalam bentuk kode yang dapat dieksekusi oleh komputer. Dalam setiap algoritma terdapat tiga komponen utama yaitu input sebagai data awal, proses sebagai tahapan manipulasi logika, serta output sebagai hasil akhir yang diharapkan. Struktur ini bersifat universal dan menjadi landasan dalam pengembangan perangkat lunak modern, sehingga pemahaman yang kuat terhadap algoritma mempermudah penguasaan berbagai bahasa pemrograman yang berbeda-beda sintaksnya.

Ilustrasi Algoritma dan Pemrograman


Algoritma yang baik memiliki karakteristik yang jelas dan terukur, mulai dari definisi langkah tanpa ambiguitas, jaminan berhenti (finiteness), hingga keluaran yang benar sesuai tujuan. Efisiensi dalam waktu eksekusi dan penggunaan sumber daya menjadi aspek penting ketika algoritma diterapkan dalam konteks sistem informasi yang kompleks. Ketika rancangan algoritma tidak tepat, program yang dihasilkan berpotensi menghasilkan kesalahan logika atau berjalan tidak optimal, sehingga kualitas solusi perangkat lunak menjadi rendah.

Pemrograman merupakan proses implementasi dari algoritma tersebut, yaitu mentransformasikan langkah logis ke dalam bahasa formal yang dapat dipahami oleh mesin. Bahasa pemrograman seperti Python, Java, C++, dan JavaScript memiliki aturan sintaks berbeda, tetapi seluruhnya menggunakan logika algoritmik yang sama dalam menyelesaikan permasalahan komputasi dasar. Pemahaman tentang algoritma memudahkan mahasiswa dalam mempelajari berbagai bahasa pemrograman karena pola berpikirnya tetap konsisten, meskipun sintaksis setiap bahasa berbeda.

Dalam merancang algoritma secara praktis, dua bentuk representasi yang umum digunakan adalah flowchart dan pseudocode. Flowchart merupakan representasi grafis yang menunjukan alur proses dengan simbol standar, sehingga memudahkan visualisasi, analisis, dan dokumentasi logika program. Sedangkan pseudocode adalah penulisan algoritma dalam bentuk teks yang menyerupai bahasa pemrograman namun tidak terikat aturan sintaks tertentu. Pseudocode menjadi jembatan penting antara logika konseptual dan penulisan kode, karena membantu merinci setiap langkah penyelesaian masalah sebelum menjadi program sesungguhnya.

Struktur kontrol dasar dalam algoritma terdiri dari sequence (urutan langkah), selection (percabangan kondisi), dan iteration (perulangan). Ketiga struktur ini menjadi blok bangunan utama dalam semua program komputer, baik yang sederhana maupun yang kompleks, karena setiap alur logika pada dasarnya merupakan kombinasi dari ketiga pola tersebut. Penguasaan struktur ini membantu mahasiswa dalam menyusun program yang logis, terstruktur, dan mudah dipahami.

Di era digital saat ini, pola berpikir algoritmik tidak hanya relevan bagi calon programmer tetapi juga menjadi bagian dari keterampilan abad ke-21 (21st century skills). Kemampuan ini mendukung pengembangan solusi berbasis teknologi seperti aplikasi mobile, sistem informasi manajemen, machine learning, dan big data analytics. Pendidikan pemrograman modern juga semakin mengintegrasikan computational thinking dan pendekatan ilmiah dalam proses pembelajaran untuk memperkuat kemampuan pemecahan masalah mahasiswa, sehingga mereka siap menghadapi tantangan teknologi yang terus berkembang.


Referensi :

  1. Anggreani, S., & Yahfizham, Y. (2024). Pengantar dan pengenalan konsep dasar algoritma pemrograman. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, 2(1), 282–294. https://doi.org/10.51903/pendekar.v2i1.599
  2. Siregar, R., & Yahfizham, Y. (2022). Konsep dasar algoritma pemrograman. Jurnal Arjuna: Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika. https://doi.org/10.61132/arjuna.v1i6.333
  3. Aulia, F., & Yahfizham, Y. (2024). Mengenal bahasa pemrograman pada algoritma pemrograman. Journal Of Informatics And Busisnes, 1(4), 223–228. https://doi.org/10.47233/jibs.v1i1.521
  4. Yuana, R.A., Sajidan, S., & Wiranto, W. (2025). Strategies for integrating computational thinking and scientific approaches in programming education: a systematic literature review. Discover Education, 4, 371. https://doi.org/10.1007/s44217-025-00834-7
  5. Fuadillah, E. (2026). The application of computational thinking and experiential learning concepts to improve algorithm skills. Priviet Social Sciences Journal, 6(1), 259–269. https://doi.org/10.55942/pssj.v6i1.1100