Bohemian Rhapsody, Film Biografi Band Queen dan Sihir sang Ratu

12.29
Baru-baru ini kisah sukses band rock asal negeri ratu elisabet diangkat ke layar lebar. Film yang mengangkat kisah perjalanan Group Band Queen yang melegenda pun akhirnya rilis dan bisa dinikmati publik tanah air pada tanggal 31 Oktober silam, yang sebelumnya sudah tayang terlebih dahulu di negeri asalnya inggris pada tanggal 24 Oktober. Film Biografi Band Queen yang berjudul Bohemian Rhapsody ini sukses membius penonton dan penggemar group band queen. Rami Melik yang berperan sebagai Freddie Mercury dalam Film ini seolah menjadi obat dahaga kerinduan para fans berat queen pada sang vokalis Freddie Mercury yang kharismatik dengan gaya hidup flamboyan meskipun sejatinya seorang introvert.

Saya sendiri bukan penggemar group band queen, saya hanya orang yang suka cari film yang sekiranya enak ditonton untuk sekedar menepi dari rutinitas harian. Namun film yang digadang-gadang akan meraih piala oscar ini memang fenomenal. Sebagaimana judulnya Bohemian Rhapsody, film seolah memiliki daya magis yang mampu menampilkan sihir sang Ratu.

Para penggemar olah raga utamanya sepak bola tentu sangat familiar dengan dendang lagu 'we are the champions', begitu juga saya dan hanya sebatas itu. Sekarang saya baru tahu bahwa itu adalah salah satu lagu hits dari group band Queen. Tentu saya sangat ketinggalan, tapi begitulah adanya.

Setelah filmnya rilis, triler film ini benar-benar membanjiri lini masa dan headline di youtube. Hingga akhirnya saya pun melihat salah satu trilernya dan benar, sihir sang ratu benar-benar menguasai isi kepala saya.

Dari yang awalnya tidak tahu, sekarang saya malah menghabiskan banyak waktu untuk mencari tahu semua yang berhubungan dengan group band ini. Begitu juga tentang sang vokalis kharismatiknya. Lirik-lirik lagu Bohemian Rhapsody pun terngiang-ngiang di kepala. Benar-benar sihir yang kuat dari sang legenda.

Bukan bermaksud ingin spoiler film Bohemian Rhapsody sendiri bercerita tentang kisah awal group band Queen terbentuk. Pertemuan Freddie dan personil Queen lain awalnya dimulai di sebuah cafe dimana Freddie sering nongkrong dan personil lainnya manggung sebagai Band pengisi. Hingga akhirnya sang vokalis Band pengisi tersebut memutuskan keluar. Darisanalah awal pertemuan mereka, meskipun pada mulanya kemampuan Freddie diragukan namun sang legenda menampilkan kemampuan olah vokalnya didepan Brian May dan Roger Taylor.

Cerita berlanjut dengan pendirian Band Queen sampai pada perjalanan kesuksesan mereka dalam berkarir. Plot ceritanya cukup cepat dan tidak memberikan gambaran utuh dari kisah Freddie Merkuri dan Band Queen. Dibeberapa situs review, menuliskan bahwa cerita dalam film ini ceritanya sangat "kentang" namun isi keseluruhan film sangat bagus sehingga mampu menyihir para penonton.

Film ini juga menampilkan sisi gelap sang vokalis sebagai orang yang memiliki kelainan sexual (disorientasi seksual) hingga terjangkit penyakit yang menjadi penyebab kematiannya pada tahun 1991 tepat 1 hari setelah perayaan ulang tahunnya yang ke-45. Film ini ditutup dengan penampilan group band Queen dalam konser amal untuk bencana kelaparan di afrika dan etiopia. Dalam konser yang berjudul Live Aid ini group Queen sukses menghipnotis pengunjung yang memadati wembley pada tahun 1985.
Kisah ini sengaja saya tulis di blog karena saya ingin melepas beban saya atas sihir Bohemian Rhapsody yang diciptakan Freddie Mercury. Terlihat hiperbola, tapi begitulah adanya.

10 komentar:

  1. sayang banget ya musisi legendaris ini harus berakhir hidupnya krn hiv

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak bener, tapi ya itu sih konskuensi dari gaya hidup yang dia pilih..

      Hapus
  2. Tapi nonton film ini seperti nonton konsernya langsung

    BalasHapus
  3. Wah seru banget baca artikel ini dan aku memang gagal soal musik tetapi mereka ceritain menjadi paham memang gaya hidup adalah pilihan kita sendiri dan kita harus menanggung risiko atas apa yang kita pilih

    BalasHapus
  4. fix, aku jadi terhipnotis juga dan pengin nonton. tapi di sini tak ada bioskop. nunggu di youtube saja sepertinya.

    BalasHapus
  5. Pas mau nonton udah turun layar semua. Huhu sebel. Padahal suami sudah mengizinkan. Dia bilang "Pergilah Bund, manjakan dirimu. Biar Chila sama Aku aja". Aaaah. Udah bahagia banget digitukan pun. Sayang udah abis semua.

    BalasHapus
  6. Salah satu film terbaik 2018 ini sik.
    Selesai menontonnya, tertarik untuk menonton lagi.
    Kita yang di dalam bioskop serasa nonton konser. Nyanyi bersama.

    Queen is the best. Karena film ini, jadi tahu alasan bokap n abang2ku kenapa mereka suka Queen. Band kreatif yang legendaris. Jenis musiknya nggak bisa diprediksi dan menjadi role model musik rock sejak kesuksesannya di konser amal Live aid 1985 di London.

    BalasHapus
  7. Ku belum sempat nonton hehe. Ntar tinggal nunggu di YouTube aja deh biar tahu juga serunya perjalanan kisah band legendaris ini.

    BalasHapus
  8. Aku juga belum sempat nonton. Band legendaris banget. Lagu-lagunya banyak yang kusuka nih. Penasaran ama filmnya.

    BalasHapus
  9. Jadi pengin nonton nih setelah baca ini... Boheimian ternyata legendaria ya..

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.