Bangga Menjadi Narablog pada Era Digital

18.20
Setahun terakhir ini saya mulai keranjingan menulis blog, dan satu bulan terakhir ini saya fokus untuk mengelola blog saya. Hampir setiap hari saya mencoba memaksakan diri untuk membuat tulisan dan mengisi blog agar ada tulisan-tulisan terbaru di blog saya. Ketika saya mulai rajin mengisi artikel blog dan belajar dengan blogger  atau narablog yang lebih senior ada rasa bangga menjadi narablog yang muncul dalam diri saya.

Bangga Menjadi Narablog pada Era Digital
Bangga Menjadi Narablog pada Era Digital (foto : belalangcerewet.com)

Di era digital seperti sekarang ini memang anak-anak muda kebanyakan sudah mengenal blog, tidak sedikit pula yang sudah mencoba menulis blog namun belum maksimal. Sehingga ketika sedang diskusi bareng teman-teman, saya selalu mengingatkan mereka untuk aktif menulis dan mengelola blog.

Bangga Menjadi Narablog pada Era Digital

Rasa bangga menjadi narablog itu sering muncul saat saya menceritakan pengalaman saya mengelola dan menulis blog pribadi saya. Dengan penuh semangat saya ceritakan serunya menulis, mengelola blog dan bergabung dengan komunitas blog.

Meskipun mereka antusias dengan cerita dan ajakan saya untuk menulis blog namun tidak semua langsung membuat blog atau mengisi blog pribadinya. Alasan yang biasa mereka kemukakan adalah sulitnya menulis. Bagi mereka kebanyakan, menulis blog dianggap seperti membuat sebuah buku atau karya tulis ilmiah. Tanpa disadari, mereka sudah membuat benteng penghalang untuk maju dan mencoba hal baru.

Dengan ketakutan yang mereka miliki ketika membuat tulisan, pelan-pelan saya sampaikan bahwa menulis blog tidak harus sempurna seperti menulis karya tulis ilmiah atau buku. Tulisan di blog bisa menceritakan pengalaman, ide atau sebatas luapan isi hati saja. Tidak lupa saya sampaikan bahwa untuk menjaga konsistensi dalam menulis blog, ada baiknya supaya bergabung dengan komunitas blog. Karena dengan bergabung ke komunitas blog, kita bisa belajar lebih banyak dari narablog yang sudah senior.

Memang sebagai pemula, biasanya akan ada perasaan minder ketika bergabung dengan komunitas karena merasa belum layak gabung bersama narablog senior. Perasaan yang sama juga saya rasakan setahun lalu ketika pertama kali bergabung dengan komunitas blog di daerah. Namun, keinginan saya untuk maju dan mengembangkan kemampuan saya untuk menulis dan mengelola blog mengalahkan rasa minder itu.

Malahan saya seperti menemukan dunia baru dan keluarga baru setelah sudah bergabung ke dalam komunitas. Saya merasakan banyak manfaat yang saya dapatkan ketika bergabung dengan komunitas. Narablog senior selalu memberikan motivasi kepada kami yang masih baru.

Kemudian dengan adanya kegiatan untuk saling mengunjungi blog antar anggota komunitas, semakin menuntut saya untuk belajar dan mau membaca. Karena, saat mengunjungi blog teman-teman sesama komunitas kita dituntut untuk memberikan komentar dan tidak boleh asal komentar saja, biasanya akan diberikan teguran kalau kita membuat komentar asal-asalan. Apalagi kalau komentarnya keluar dari isi artikel yang dimuat di blog, itu tidak diperbolehkan. Maklum, isi komentar juga bentuk penghargaan kita atas usaha narablog dalam menyampaikan informasi dan pengalamannya, setidaknya itu pandangan saya pribadi.

Manfaat Bergabung komunitas Blogger
Manfaat Bergabung komunitas Blogger (foto : Fendi Hidayat)
Pengalaman bergabung dengan komunitas itu saya selalu bagikan disetiap kesempatan diskusi dengan teman-teman di warung kopi. Karena memang ada rasa bangga menjadi narablog. Meskipun belum ada penghasilan yang saya dapatkan dari menulis blog. Namun bisa rutin menulis dan aktif mengelola blog itu sudah membuat saya bangga dan bersemangat.

Apalagi jika tulisan kita bisa memberi inspirasi kepada pembaca, tentu ini juga suatu kebanggaan tersendiri. Saya pernah punya pengalaman ketika saya membuat tulisan yang membahas tentang ulasan makanan. Tulisan saya tersebut dibaca oleh teman saya, kemudian dia tertarik untuk membeli makanan yang saya ulas. Keberhasilan tulisan saya menarik pembaca untuk ikut membeli merupakan sebuah kebanggaan yang tidak terkira bagi saya. Hal itu juga menjadi pengalaman tersendiri yang saya ceritakan kepada teman-teman saya.

Pengalaman-pengalaman itu yang selalu akan saya ceritakan kepada teman-teman, dengan harapan mereka juga bisa bergabung bersama saya untuk mengembangkan blog. Begitulah pengalaman yang membuat saya bangga menjadi narablog pada era digital.

Harapan di Tahun 2019

Mengawali tahun 2019 keinginan untuk mengembangkan dan fokus untuk mengelola blog semakin besar. Apalagi dorongan yang diberikan oleh senior narablog yang ada di komunitas, membuat saya semakin berambisi untuk bisa membuat blog saya semakin lebih baik lagi.

Harapan di Tahun 2019
Harapan di Tahun 2019 (Foto : Fendi Hidayat)
Setidaknya di tahun 2019 ini saya berharap supaya saya bisa tetap konsisten untuk menulis blog dan bisa menjadikan blog sebagai salah satu sumber penghasilan. Karena saya melihat banyak senior narablog yang konsisten menulis blog, akhirnya bisa mendapatkan penghasilan dari menulis blog. Penghasilan itu bisa mereka dapatkan dari menulis ulasan produk, iklan, atau memenangkan lomba.

Saya tahu, untuk mencapai itu tidak mudah, butuh proses yang tidak cepat. Makanya saya ingin belajar agar bisa lebih sabar dan konsisten dalam menjalani prosesnya. Semua demi mewujudkan harapan saya di tahun 2019, supaya saya semakin bangga lagi menjadi narablog. Kalaupun bukan uang yang akan saya dapatkan, minimal saya bisa produktif menulis dan berbagi pengalaman kepada pembaca blog saya.

1 komentar:

  1. mantab, semangat ngeblognya kak dan smg resolusinya tercapai, amin :)

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.